NEWS UPDATE :  

Berita

Kegiatan Virtual Experience bersama Museum Penerangan (Selasa, 08 September 2020)

Bandung, 10  September 2020

Kehidupan masyarakat pada saat ini mengalami perubahan yang signifikan,  hal ini dikarenakan seluruh dunia terserang oleh virus COVID-19.  Tidak hanya berdampak bagi kesehatan,  virus ini juga berdampak di seluruh aspek kehidupan masyarakat pada khususnya pada bidang pendidikan.  Proses pembelajaran  berubah secara signifikan dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh.  Sekolah  Kristen Pelita  Bangsa (SMP Pelita Bangsa dan SMA Pelita Bangsa)  bekerjasama dengan Museum Penerangan yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah mengadakan kegiatan virtual experience pada Selasa,  08 September 2020 pukul 10.00 s.d. 11.30 WIB.  Kegiatan ini dipandu oleh Kak Wildan dan Kak Deyan.  Ibu Sitta Lumbantoruan, S.Pd.  selaku Kepala Sekolah SMA Kristen Pelita Bangsa  memberikan kata sambutan  dan ucapan terima kasih kepada pihak Museum Penerangan atas kerjasama yang telah ditawarkan. 

Kegiatan virtual experience ini merupakan program dari Museum Penerangan yang bertujuan berbagi tentang sejarah koleksi dan nilai-nilai komunikasi dan informasi yang telah dilalui oleh negara kita. Kegiatan jalan-jalan virtual ini diawali dengan penjelasan tentang departemen penerangan  yang bertugas untuk menyebarluaskan tentang informasi dan komunikasi ke masyarakat. Kunjungan pertama dari kegiatan virtual experience ini pada masa prasejarah dimana manusia belum mengenal tulisan. Alat komunikasi dan informasi yang digunakan pada masa prasejarah yaitu :

  1. Kentongan : alat komunikasi yang sangat sederhana dan familiar di masyarakat Indonesia yang digunakan dengan kode yang berbeda-beda untuk mengumpulkan masyarakat jika ada kejadian yang berbahaya misalnya kebakaran, ada kejahatan, ada bencana alam, selain itu digunakan untuk keperluan ibadah seperti membangunkan orang sahur atau mengajak sholat,
  2. Terompet Toice : alat komunikasi yang berbahan kulit kerang yang biasanya digunakan oleh masyarakat pesisir pantai seperti di Nusa Tenggara Timur dengan cara ditiup dengan kode yang berbeda-beda untuk mengumpulkan masyarakat,
  3. Mangkuk merah : alat komunikasi private yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu yang digunakan oleh suku Dayak di Kalimantan sebagai sarana penyampaian pesan agar masyarakat tanda waspada terhadap gangguan suku lain.

Kunjungan selanjutnya adalah pada masa kolonial (pada masa penjajahan Belanda) sampai dengan masa sekarang, alat komunikasi dan informasi yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Media cetak : teknologi percetakan di Indonesia sudah ada sejak tahun 1744 ditandai dengan berdirinya Batavia Novel yang walaupun hanya bertahan selama 2 tahun saja. Selanjutnya pada tahun 1746 berdirinya Kantor Pos yang sampai kini masih ada di Indonesia. Pada tahun 1810 Indonesia sudah mengenal kamera yang dibawa oleh bangsa Belanda dan mulai mengenal surat kabar-surat kabar seperti Serompet Melayu, pada tahun 1885, lahir RETNODOEMILAH yang merupakan surat kabar pribumi pertama Indonesia. Pada tahun 1908 ada peristiwa penting berdirinya organisasi Budi Utomo yang digagas oleh dr. Wahidin Sudirohusodo dan beberapa mahasiswa STOVIA lainnya yang membuat masyarakat Indonesia sadar bahwa diperlukan media komunikasi dan informasi untuk perjuangan melawan kolonial. Pada masa kemerdekaan Indonesia surat kabar yang mengumumkan kemerdekaan Indonesia adalah Surat Kabar BOJONEGORO SYOU,

  2. Media radio : pada tahun 1934 berdiri beberapa stasiun-stasiun radio seperti HRV, Radio MAFPRO, Radio Massa NIROM (Radio pada masa penjajahan Belanda) siarannya menggunakan bahasa Belanda seiring dengan berjalannya waktu radio ini akhirnya bisa menggunakan bahasa Indonesia. Pada tahun 1940 dan pada tahun 1942 dimana Jepang masuk ke Indonesia dengan semboyan 3A dan menggunakan sarana komunikasi dan informasi ini dengan tujuan propaganda yang bersifat sentralistik. Pada tahun 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, dan berita kemerdekaan ini disebarkan dengan menggunakan media radio DOMAI pada pukul 7 malam. Tanggal 11 September 1945 lahirlah RRI (Radio Republik Indonesia).

  3. Media perfilman : media komunikasi dan informasi dengan gambar hidup tetapi kebangkitan perfilman nasional terjadi pada tahun 1950 dengan judul film DARAH dan DOA yang bertemakan nasionalisme (perjuangan).

  4. Media televisi/layar kaca : Pada tahun 1962 Indonesia berhasil mendirikan stasiun televisi pertama yaitu TVRI. Indonesia pada tahun 1976 berhasil meluncurkan satelit pertamanya yaitu satelit Palapa yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendirikan stasiun-stasiun televisi swasta seperti SCTV, TPI, Lativi (TV-One) dan masih banyak lagi stasiun televisi swasta lainnya.

Kegiatan ini ada dua sesi kuis dan dua sesi pertanyaan. Pada sesi kuis pertama berhasil dijawab oleh Arend dan pada sesi pertanyaan peserta didik yang bernama Ergenes Meyah menanyakan tentang “siapakah pemeran film pertama?” selanjutnya Aldian bertanya mengenai apakah pada film pertama di Indonesia sepenuhnya karya anak bangsa atau ada campur tangan negara lain?. Pada kuis sesi kedua Imel berhasil menjawab soal kuis yang diberikan Kak Deyan dan untuk sesi kedua bertanya Rado menanyakan mengenai cara penggunaan perekam suara. Pada sesi terakhir bertanya Reyfan bertanya mengenai siapakan pembuat mesin ketik.

Antusias peserta didik yang mengikuti kegiatan ini sangatlah besar hal ini ditandai dengan aktifnya peserta didik dalam menjawab soal-soal kuis yang diberikan oleh Kak Deyan dan mengajukan pertanyaan mengenai perkembangan media komunikasi dan informasi yang telah disampaikan.

Akhirnya kegiatan virtual experience ini diakhiri oleh Ibu Sitta untuk mengucapkan terimakasih kepada pihak Museum Penerangan. Walaupun dengan keterbatasan ruang untuk berkunjung ke Museum Penarangan karena adanya pandemi COVID-19 peserta didik SMP dan SMA Pelita Bangsa dapat tetap belajar menyenangkan mengenai perkembangan media komunikasi dan informasi di Indonesia.

Terimkasih dan JBU all ...


Kirim Pesan